Seminar Qurani sanr YAHQI Bersama Aisyah Arrumy, Inspirasi Semangat Menghafal Al-Qur’an Sejak Dini

Pada tanggal 24 Mei 2026, santriwati YAHQI mendapatkan kesempatan istimewa untuk mengikuti Seminar Qurani bersama Aisyah Arrumy. Kegiatan ini menghadirkan suasana penuh semangat dan antusiasme. Para santriwati dan wali santri juga memperoleh motivasi menghafal Al-Qur’an secara langsung dari sosok inspiratif yang saat ini ramai menarik perhatian masyarakat di media sosial.

Seminar Qurani ini tidak hanya membahas hafalan Al-Qur’an. Kegiatan ini juga mengangkat perjuangan dalam menghafal, konsistensi murojaah, serta pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak menjadi generasi Qurani.

Perjalanan Hafalan Al-Qur’an Aisyah Arrumy Sejak Usia Dini

Dalam seminar tersebut, Aisyah Arrumy membagikan kisah awal perjalanannya dalam belajar Al-Qur’an.Ia mulai mengenal Al-Qur’an sejak usia 2 tahun 8 bulan melalui murottal yang orang tuanya putar setiap hari di rumah.

Pada awalnya, Aisyah belajar Al-Qur’an melalui pendengaran. Murottal yang terus ia dengarkan perlahan melekat dalam ingatannya hingga membuatnya semakin dekat dengan ayat-ayat Al-Qur’an.

Seiring berjalannya waktu, kemampuan membaca Al-Qur’annya semakin baik. Bahkan pada usia 5 tahun, Aisyah telah berhasil menghafal 17 juz Al-Qur’an. Kemudian di usia 7 tahun, ia mengikuti ajang Hafiz Indonesia dengan hafalan mencapai 20 juz Al-Qur’an.

Prestasi Aisyah terus berkembang hingga pada tahun 2026, tepat di usia 9 tahun, ia mendapatkan kesempatan mengikuti Dubai International Holy Quran Award bersama lebih dari 5000 peserta dari berbagai negara dan berhasil meraih juara 2.

Kisah tersebut menjadi inspirasi besar bagi para santriwati YAHQI untuk terus semangat belajar dan menghafal Al-Qur’an sejak dini.

Tips Menghafal Al-Qur’an dari Aisyah Arrumy

Selain membagikan perjalanan hafalannya, Aisyah juga menjelaskan metode yang biasa ia gunakan saat menghafal Al-Qur’an. Salah satu cara yang menurutnya sangat membantu adalah membaca arti ayat saat menghafal.

Menurut Aisyah, memahami arti ayat membuat proses hafalan terasa lebih seru, lebih mudah dipahami, dan lebih mudah melekat di hati.

Tidak hanya itu, Aisyah juga bercerita bahwa rasa jenuh saat menghafal adalah hal yang wajar dialami siapa saja. Ketika sedang merasa bosan atau tidak mood, ia biasanya bermain boneka sejenak untuk menghilangkan penat, lalu kembali melanjutkan hafalannya.

Dalam seminar tersebut, Aisyah juga menyampaikan quote yang membuat para peserta semakin termotivasi:

“Main itu capek, ngaji juga capek. Tapi capeknya main bisa sia-sia, sedangkan capeknya ngaji itu nikmat luar biasa.”

Pesan sederhana tersebut memberikan semangat kepada para santriwati untuk terus istiqomah dalam belajar dan menghafal Al-Qur’an.

Pentingnya Murojaah dalam Menjaga Hafalan Al-Qur’an

Saat membahas tentang murojaah, Aisyah kembali menyampaikan quote yang begitu membekas di hati para peserta seminar:

“Kalau ziyadah itu tanda cinta, maka murojaah itu tanda setia.”

Melalui kalimat tersebut, para santriwati belajar bahwa menambah hafalan memang penting, namun menjaga hafalan melalui murojaah juga menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang penghafal Al-Qur’an.

Pesan Orang Tua untuk Mendampingi Anak Menghafal Al-Qur’an

Selain mendapatkan motivasi dari Aisyah Arrumy, para wali santri juga mendapatkan banyak pelajaran berharga dari kedua orang tua beliau.

Sang ayah menyampaikan bahwa jika orang tua ingin anaknya menjadi penghafal Al-Qur’an, maka proses menghafalnya perlu didampingi dengan penuh perhatian. Orang tua juga harus memilih metode belajar dan lembaga pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Beliau juga menegaskan bahwa pembelajaran yang diterapkan di sekolah perlu dilanjutkan kembali di rumah agar ilmu yang dipelajari anak tidak hanya dirasakan di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga.

Sementara itu, ibunda Aisyah menyampaikan bahwa cita-cita besar untuk anak harus diiringi dengan usaha, doa, dan ikhtiar yang besar pula.

Ibunda Aisyah juga mengajak para orang tua untuk membiasakan satu amalan sederhana secara istiqomah daripada menjalankan banyak amalan namun tidak konsisten. Menurut beliau, amalan kecil yang terus orang tua jaga dan rutinkan setiap hari dapat menjadi jalan keberkahan bagi anak-anak.

Seminar Qurani YAHQI Menjadi Inspirasi bagi Santriwati

Di akhir seminar, Aisyah kembali menyampaikan quote yang menyentuh hati para peserta:

“Nggak semua yang tinggi itu bisa diraih dengan berjinjit, tapi juga dengan bersujud.”

Melalui Seminar Qurani bersama Aisyah Arrumy ini, santriwati YAHQI mendapatkan banyak motivasi untuk terus semangat menghafal Al-Qur’an, menjaga murojaah, serta menjadi generasi Qurani yang berakhlak mulia.

Semoga kegiatan Seminar Qurani YAHQI seperti ini dapat terus memberikan inspirasi dan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di hati para santri dan keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *