Suasana malam di lingkungan Pesantren YAHQI terasa berbeda. Keheningan setelah kegiatan harian berubah menjadi atmosfer yang penuh semangat sekaligus ketegangan. Satu per satu santriwati melangkah ke atas panggung dengan percaya diri. Meski demikian, beberapa di antaranya tetap berusaha menyembunyikan rasa gugup saat panitia memanggil nama mereka.

Selama tiga hari berturut-turut, Pesantren YAHQI menggelar Ujian Telling Story Sirah Nabawiyah. Kegiatan ini menjadi salah satu program untuk mengembangkan kemampuan public speaking santriwati. Meskipun berlangsung pada malam hari, setiap peserta tetap menjaga fokus dan memberikan penampilan terbaik di hadapan dewan juri serta peserta lainnya.

Mengasah Kemampuan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris

Setiap santriwati bebas memilih bahasa Arab atau bahasa Inggris saat membawakan kisah Sirah Nabawiyah. Kesempatan ini menjadi wadah untuk menunjukkan kemampuan berbahasa asing sekaligus melatih keterampilan berbicara di depan umum.

Setiap peserta menyampaikan kisah Rasulullah ﷺ secara komunikatif dan penuh penghayatan. Mereka juga berusaha menyampaikan pesan-pesan keteladanan agar para pendengar dapat memahami isi cerita dengan mudah.

Penampilan yang Penuh Ekspresi

Setiap santriwati menghadirkan gaya bercerita yang berbeda. Ada yang tampil dengan ekspresi yang kuat. Ada pula yang memadukan intonasi, gestur, dan mimik wajah sehingga cerita terasa lebih hidup.

Walaupun suasana ujian cukup menegangkan, semangat para peserta tidak pernah surut. Dengan busana yang rapi dan anggun, mereka tampil percaya diri di atas panggung. Penampilan mereka mencerminkan hasil latihan yang berlangsung secara konsisten.

Penilaian Menyeluruh dari Dewan Juri

Dewan juri menilai setiap penampilan secara langsung. Mereka memperhatikan penguasaan materi, kefasihan bahasa, pelafalan, intonasi, ekspresi, serta kemampuan peserta membangun komunikasi dengan audiens.

Melalui penilaian tersebut, setiap santriwati memperoleh evaluasi yang membangun. Dewan juri juga memberikan masukan agar setiap peserta terus meningkatkan kualitas penampilannya pada kesempatan berikutnya.

Membangun Karakter dan Kepercayaan Diri

Ujian Telling Story Sirah Nabawiyah bukan sekadar evaluasi kemampuan berbicara. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan karakter bagi seluruh santriwati.

Melalui program ini, santriwati belajar berbicara di depan publik dengan percaya diri. Mereka meningkatkan kemampuan berbahasa asing sekaligus membiasakan diri menyampaikan nilai-nilai keteladanan Rasulullah ﷺ secara menarik dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

Kemampuan public speaking menjadi bekal penting bagi santriwati di masa depan. Keterampilan ini bermanfaat saat berdakwah, menjadi pendidik, memimpin organisasi, maupun berkontribusi di tengah masyarakat.

Karena itu, Pesantren YAHQI terus menghadirkan berbagai program yang mendukung perkembangan akademik, spiritual, dan keterampilan komunikasi santriwati. Melalui Ujian Telling Story Sirah Nabawiyah, pesantren berharap dapat melahirkan generasi yang memahami sejarah perjuangan Rasulullah ﷺ sekaligus mampu menyampaikan nilai-nilai Islam dengan percaya diri, bahasa yang baik, dan penampilan yang memikat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *