Royyana Hafidz Qur’an Indonesia 2025

royyana
Tradisi Menghadirkan Teladan Penghafal Qur’an

Pesantren YAHQI terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi Qur’ani yang tangguh dan berakhlak mulia. Salah satu langkah yang konsisten dilakukan adalah menghadirkan langsung sosok-sosok inspiratif dari kalangan penghafal Al-Qur’an.

Setelah sebelumnya menyambut Aida (Juara 1 Hafidz Indonesia 2018) dan Aqeela (Juara 1 Hafidz Indonesia 2021), kini giliran Ukhti Royyana, finalis Hafidz Indonesia 2025, yang hadir ke tengah-tengah para santri YAHQI.

Hari Ahad yang Penuh Makna

Ahad, 11 Mei 2025, menjadi hari yang penuh kebahagiaan dan keberkahan di lingkungan Pesantren YAHQI. Ukhti Royyana hadir bersama keluarga tercinta: sang Umi, Abah, dan kakak laki-lakinya — yang juga hafidz 30 juz sekaligus menguasai ilmu Qiroat Sepuluh.

Meski masih duduk di bangku kelas 3, Royyana telah menghafal 15 juz Al-Qur’an. Ketekunan dan kecintaannya pada Al-Qur’an menjadi teladan yang sangat membekas di hati para santri.

Keluarga Sederhana, Cita-Cita Mulia

Hal yang paling menginspirasi adalah latar belakang keluarga Royyana. Sang Umi dan Abah tidak berasal dari pesantren atau pendidikan keagamaan formal. Namun dengan tekad yang kuat dan doa yang tak putus, mereka berhasil membimbing putra-putrinya menjadi penghafal Qur’an.

Dalam sesi sharing, Umi Royyana menceritakan bagaimana perjuangannya membimbing anak-anaknya dari rumah. Dengan kesabaran dan kedekatan yang penuh cinta, beliau membersamai proses anak-anaknya menghafal Al-Qur’an dari nol.

Kunci Kesuksesan: Ketelatenan dan Amalan Rutin

Umi Royyana membagikan beberapa amalan sederhana namun penuh makna: membiasakan tahajjud sejak dini, mendampingi murojaah harian, menciptakan suasana rumah yang Qur’ani, serta memperbanyak doa dan keyakinan.

Royyana sendiri sudah terbiasa bangun malam untuk sholat tahajjud. “Umi selalu bangunkan dan nemenin,” ungkapnya polos — namun membuat hati para pendengar tersentuh.

Jawaban Polos yang Menggetarkan

Dalam sesi tanya jawab, seorang santri bertanya, “Apa motivasi Ukhti Royyana menghafal Al-Qur’an?”

Dengan wajah tenang, Royyana menjawab:
“Supaya jadi keluarga Allah.”

Jawaban sederhana itu berhasil membungkam ruangan sejenak. Tidak ada yang lebih indah dari niat tulus seorang anak untuk mendekat kepada Tuhannya melalui Al-Qur’an.

Umi Royyana pun berpesan,
“Istiqomahlah. Yakinlah. Kalau sudah menjadi keluarga Allah, tidak ada yang perlu ditakutkan. Allah yang akan jaga dan tuntun hidup kita.”

Inspirasi yang Dekat dan Nyata

Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen Pesantren YAHQI dalam menghadirkan sosok-sosok inspiratif bagi para santri — teladan hidup yang bisa dilihat, disapa, dan diteladani secara langsung.

Karena kami meyakini, ketika santri berinteraksi langsung dengan para penghafal Al-Qur’an yang telah berhasil, semangat mereka akan tumbuh lebih dalam, dan keyakinan mereka akan semakin kuat untuk terus berjuang bersama Al-Qur’an.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *