Profile > Sanad
Roots of Knowledge
KH. Muhammad Dhofir bin Ali bin Abdurrahim (Alm.)
Pengasuh Pesantren Al-Mas’udi
KH. Muhammad Dhofir (Alm.) merupakan guru pertama Abuya Mohammad Wahyudi dalam perjalanan panjang menuntut ilmu. Sejak kelas 4 sekolah dasar, Abuya telah mondok di Pondok Pesantren Al Mas’udi, Pasuruan—pesantren yang diasuh langsung oleh beliau.
Beliau adalah sosok ulama yang menempuh pendidikan di dua pesantren besar yang sangat berpengaruh dalam sejarah Islam di Nusantara, yakni Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan dan Pondok Pesantren Al Hamdaniyah Siwalanpanji Sidoarjo.
Dua pesantren tersebut menjadi tempat beliau menimba ilmu agama, membentuk karakter, serta menumbuhkan kedalaman spiritual dan keteguhan dalam beribadah.
Pondok Pesantren Sidogiri, yang berdiri sejak tahun 1718 M, dikenal sebagai salah satu pesantren tertua dan paling berpengaruh di Indonesia. Tradisi keilmuannya yang kuat, sistem pendidikan yang disiplin, serta atmosfer keikhlasan menjadikan Sidogiri sebagai kawah candradimuka lahirnya banyak ulama berwibawa. Dari lingkungan inilah KH. Muhammad Dhofir menyerap nilai keikhlasan, keteguhan, dan kemandirian dalam berdakwah.
Sementara itu, Pondok Pesantren Al Hamdaniyah Siwalanpanji Sidoarjo — berdiri sejak 1787 M — juga menjadi tempat beliau memperdalam ilmu. Pesantren ini dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran Islam tertua di Jawa Timur dan tempat lahirnya banyak ulama besar Nusantara, termasuk KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama.
Di Siwalanpanji, KH. Muhammad Dhofir ditempa dengan tradisi keilmuan yang kuat, kedisiplinan tinggi, serta nilai kesederhanaan dan ketawadhuan yang melekat dalam kesehariannya.
Pondok Pesantren Siwalanpanji memiliki keunggulan tersendiri. Selain sebagai salah satu pusat penyebaran ilmu agama tertua di Jawa Timur, pesantren ini juga dikenal karena:
Santrinya datang dari berbagai daerah dan negara, termasuk Arab dan Filipina.
Kurikulum keilmuannya yang kokoh, memadukan pendidikan kitab kuning klasik dengan pembinaan akhlak dan ibadah yang disiplin.
Peran historisnya yang besar, melahirkan banyak tokoh penting dalam dunia pesantren dan perjuangan Islam di Indonesia.
KH. Muhammad Dhofir dikenal sebagai pribadi yang istiqamah dan sangat peduli terhadap pembinaan ibadah santri. Setiap malam sekitar pukul 3 dini hari, beliau rutin berkeliling membangunkan para santri untuk salat tahajjud. Dengan menggunakan batu akik yang dikenakan di jarinya, beliau mengetuk pintu-pintu kamar santri—sebuah kebiasaan khas yang menggambarkan kepedulian dan kesungguhan beliau dalam mendidik.
Di Pesantren Al Mas’udi inilah, Abuya mempelajari Al-Qur’an dan ilmu tajwid untuk pertama kalinya. Ilmu tersebut diajarkan oleh kerabat pengasuh, yaitu KH. Dzulhilmi Ghozali Al-Hafizh, seorang pakar Al-Qur’an yang kini dikenal sebagai Imam Besar Masjid Sunan Ampel Surabaya sekaligus Rois Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffazh (JQH) PWNU Jawa Timur.
Keteladanan KH. Muhammad Dhofir, baik dalam lisan maupun perbuatan, menjadi pondasi awal dalam pembentukan karakter Abuya.
Semoga Allah SWT melapangkan kubur beliau, menerima seluruh amalnya, dan mengangkat derajatnya di sisi-Nya.
Aamiin.
KH. Dzulhilmi Ghozali, Al-Hafizh
Guru Al-Qur’an dan Tajwid
KH. Dzulhilmi Ghozali, Al-Hafizh, adalah guru pertama yang membimbing Abuya Mohammad Wahyudi dalam membaca dan mempelajari Al-Qur’an serta ilmu tajwid. Perjumpaan keduanya terjadi saat Abuya masih duduk di kelas 4 SD dan mulai mondok di Pesantren Al Mas’udi, Sukorejo, Pasuruan.
Kala itu, KH. Dzulhilmi baru saja kembali dari menimba ilmu di Makkah. Dengan penuh semangat dan ketekunan, beliau mulai mengajarkan Al-Qur’an kepada para santri muda, termasuk Abuya. Bimbingan awal ini menjadi pondasi penting dalam perjalanan Abuya dalam bidang tahfidz dan ilmu-ilmu Al-Qur’an.
Setelah beberapa tahun, KH. Dzulhilmi hijrah ke Surabaya dan aktif sebagai dosen di LPBA (Lembaga Pengembangan Bahasa Arab) Masjid Sunan Ampel Surabaya. Saat ini, beliau dikenal luas sebagai Imam Besar Masjid Sunan Ampel Surabaya dan menjabat sebagai Rois PW JQHNU (Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama) Provinsi Jawa Timur.
Pengaruh beliau terhadap Abuya sangat mendalam, bukan hanya dari sisi keilmuan, tetapi juga dari keteladanan adab dan komitmen terhadap Al-Qur’an. Sosok beliau menjadi inspirasi bagi Abuya dalam mengembangkan pendidikan Al-Qur’an di Pondok Pesantren YAHQI.
KH. Muhammad Naser Abdurrahman
Pengasuh dan Pendiri Madrosatul Alsun
Salah satu sosok guru penting dalam perjalanan keilmuan Abuya Mohammad Wahyudi adalah KH. Muhammad Naser Abdurrahman, seorang pakar bahasa Arab dan pendiri Madrosatul Alsun. Beliau menimba ilmu secara mendalam di Arab Saudi, khususnya dalam bidang Ilmushout dan bahasa Arab klasik.
Selama tiga tahun belajar di bawah bimbingan beliau, Abuya mendapatkan tempaan bahasa Arab yang sangat intens. Bahkan, saat para santri masih duduk di bangku SMA atau S1, materi yang diajarkan sudah setara dengan tingkat S3. Ketelitian KH. Muhammad Naser dalam mengajarkan gramatika, struktur, dan rasa bahasa menjadikan beliau sosok yang dihormati di kalangan ahli bahasa.
Meski hidup dengan kesederhanaan, pengaruh beliau sangat besar. Banyak santri beliau yang kini menjadi tokoh penting dalam dunia pendidikan dan dakwah, baik di tingkat daerah maupun nasional. Beberapa di antaranya adalah:
Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., Rektor UIN Sunan Ampel, Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur, dan Sekretaris Umum MUI Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Muhammad Thohir, S.Ag., M.Pd., Ketua Umum FAQIH (Forum Amanah Qurro’ dan Huffazh), Dekan FTK UINSA, serta pengurus JQH PWNU Jawa Timur
Hubungan antara Abuya dan gurunya terus terjalin dengan baik. Beberapa waktu lalu, KH. Muhammad Naser berkenan berkunjung ke Pesantren YAHQI bersama putranya, Gus Anas. Dalam kesempatan itu, beliau memberikan doa dan restu untuk keberkahan serta kemajuan pesantren. Bahkan, beliau juga bersedia men-tashih buku Metode YAHQI, khususnya yang berkaitan dengan Ilmushout.
Bagi Abuya, bimbingan dan doa dari KH. Muhammad Naser adalah wasilah penting dalam perjalanan dakwah dan pendidikannya. Semoga Allah senantiasa menjaga dan memberkahi beliau. Aamiin.
KH. Muslih Abdoesshomad
Pengasuh Pesantren Al Hidayah
Salah satu guru yang sangat membekas dalam perjalanan ilmu Abuya Mohammad Wahyudi adalah KH. Muslih Abdoesshomad (Alm.), pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah. Selama kurang lebih 13 tahun, Abuya berkesempatan berguru langsung kepada beliau dalam bidang pengajian kitab-kitab kuning, serta mendapatkan banyak sanad keilmuan dari beliau.
KH. Muslih adalah sosok yang tidak hanya mendidik dalam aspek keilmuan, tetapi juga membentuk karakter dan semangat para santri. Beliau dikenal sebagai guru yang selalu mendorong murid-muridnya agar menjadi santri yang sam’an wa tha’atan, memiliki ilmu dan kemampuan yang unggul, serta kreatif, inovatif, dan peka terhadap zaman.
Wawasan keilmuan beliau terbentuk dari perjalanan menuntut ilmu di berbagai pesantren ternama, seperti:
- Pondok Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang
- Pondok Teretek, Kediri
- Pondok Al-Hidayah, Lasem
- Pondok Sarang
- Pondok Al-Falah, Lebak Winongan
- dan beberapa pesantren lainnya. Jejak intelektual yang kaya ini
Beliau juga sangat perhatian pada pengembangan keterampilan santri. Abuya pernah ditugaskan mewakili santri se-Kabupaten Pasuruan untuk mengikuti kursus menjahit di Islamic Center Surabaya. KH. Muslih juga memberi amanah untuk mengelola koperasi sekolah, melatih khot Arab, mengirimkan santri mengikuti lomba baca kitab dan khithobah, serta sering memberikan nasihat langsung dengan memanggil santri ke dalem.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah kegiatan Khataman Kitab setiap Ramadan, yang dilakukan hampir sepanjang hari, bahkan hingga larut malam. KH. Muslih tetap istiqamah mengajar dengan duduk tegak dalam satu posisi, bahkan ketika para santri sudah kelelahan. Salah satu kitab yang rutin dikhatamkan adalah Ihya’ Ulumuddin, sementara Ushulul Fiqh menjadi materi favorit Abuya dari beliau.
Keberkahan ilmu dan keteladanan KH. Muslih Abdoesshomad sangat terasa dalam kehidupan Abuya hingga kini. Semoga Allah lapangkan kubur beliau, angkat derajatnya di sisi-Nya, dan jadikan amal perjuangannya sebagai wasilah kebaikan yang terus mengalir. Aamiin.
KH. Mudjtaba Abdoesshomad
Pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah, Sukorejo, Pasuruan
KH. Mudjtaba Abdoesshomad adalah adik kandung dari KH. Muslih Abdoesshomad, dan keduanya merupakan pengasuh utama Pondok Pesantren Al Hidayah, Sukorejo, Pasuruan — tempat di mana Abuya Mohammad Wahyudi menimba ilmu sejak usia dini.
Di kalangan santri, KH. Mudjtaba dikenal sebagai sosok kharismatik dan lantang dalam menyuarakan amar ma’ruf nahi munkar. Gaya ceramah beliau yang berani dan lugas membuatnya dijuluki “Macan Panggung”, karena sering berpindah dari satu majelis ke majelis lain, menyampaikan dakwah dengan semangat membara.
Jejak keilmuan beliau dibentuk dari berbagai pesantren besar dan berpengaruh di Indonesia, antara lain:
- Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan
- Pondok Al-Anwar, Sarang
- Pondok Darul Hadis Al-Faqihiyah, Malang
Wawasan luas dari berbagai pondok tersebut sangat memengaruhi pola pikir, visi, dan arah perjuangan beliau dalam membina santri, termasuk dalam membentuk karakter Abuya.
KH. Mudjtaba adalah sosok yang selalu mendorong santri untuk terus maju dan berkembang. Beliau kerap memberi amanah dalam berbagai bidang, baik dalam organisasi, pendidikan, maupun dakwah. Beliau juga sangat menekankan pentingnya menulis dan berkarya, yang kelak menjadi bekal berharga bagi Abuya dalam perjuangannya di masyarakat.
Nasihat beliau yang sangat membekas dalam diri Abuya sehingga menjadi motivasi kuat bagi Abuya untuk terus berjuang, memberi manfaat luas, dan menjaga nama baik pesantren.
Kini, salah satu amanah besar KH. Mudjtaba yang pernah beliau titipkan kepada Abuya, yakni rintisan konsep sekolah maju di pesantren beliau, telah berkembang pesat. Sekolah tersebut kini menjadi lembaga pendidikan yang terus tumbuh dan berdaya saing tinggi.
Rasa terima kasih dan doa terus mengalir dari Abuya untuk beliau. Gemblengan dan bimbingan dari KH. Mudjtaba menjadi bagian penting dari proses pembentukan pribadi dan perjuangan Abuya hingga saat ini.
Pondok Pesantren Tahfidz Quran
Hadits dan 9 Bahasa Internasional
Company
-
Metode YAHQI
-
BMT Santri
-
YAHQI Bussines Center
-
YAHQI Excellent Academy
-
Pesantren Balita
-
Qeeyadaa
Program
-
Islamic Boarding School
-
Islamic Home Schooling
-
Graha Tahfidz Qur'an
-
PGTPQ
Contact
- Jl. Demang Kusumoyudo, Ngasem, Bojonegoro - Jawa Timur 62154
- +62 858-5970-6065 (WA)
- officialyahqi@gmail.com
Copyright © 2025 YAHQI Media | All Rights Reserved
