Pesantren YAHQI Akan Selenggarakan Program Edutrip 3 Negara

Pesantren YAHQI bersiap melaksanakan program unggulan bertaraf internasional. Program Edutrip 3 Negara yang akan membawa para santri menjelajah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Kegiatan ini akan berlangsung selama 6 hari, dengan rangkaian agenda pendidikan, budaya, dan interaksi lintas negara yang sangat kaya pengalaman.

Program ini menjadi wujud komitmen Pesantren YAHQI dalam menghadirkan pendidikan yang modern, relevan dengan perkembangan dunia, dan berorientasi pada perluasan wawasan global. Melalui kegiatan ini, santri tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga menyaksikan langsung dinamika kehidupan di tiga negara maju di Asia.

Di Singapura, para peserta akan melakukan kunjungan edukatif ke Nanyang Technological University (NTU), salah satu universitas terbaik dunia. Santri juga akan mengeksplor berbagai ikon dari Negara Singa. Seharian akan mengunjungi Universal Studios, Merlion Park, Gardens by the Bay, dan kawasan multikultural Little India.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Malaysia, di mana para santri akan mengenal sejarah, pemerintahan, dan kehidupan masyarakat modern melalui kunjungan ke Masjid Putra, Merdeka Square, Bukit Bintang, Pavilion, serta Belice Chocolate Kingdom. Agenda pendidikan juga mencakup kunjungan ke University of Malaya dan Istana Negara Malaysia.

Rombongan selanjutnya menuju Thailand (Hatyai). Di sana dalam jadwalnya para santri melakukan kunjungan persahabatan ke Islamic Wittaya School, berinteraksi dengan pelajar setempat. Mereka akan mendapat kesempatan untuk menikmati pengalaman budaya di Floating Market, ASEAN Night Market, Samila Beach, dan Chang Puak Camp.

Setelah seluruh agenda internasional selesai, rombongan akan kembali ke Malaysia untuk persiapan penerbangan. Setibanya di Indonesia, peserta akan menutup perjalanan dengan ziarah ke makam Sunan Ampel, sebelum akhirnya kembali ke Pesantren YAHQI Bojonegoro.

Program ini diharapkan memberikan pengalaman berharga bagi para santri, memperluas wawasan global, serta meningkatkan kemampuan adaptasi dan komunikasi lintas budaya sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *