Semangat Baru: Pemilihan Ketua OSQI Warnai Awal Semester di Pesantren YAHQI
Mengawali semester baru, Pesantren YAHQI kembali menyelenggarakan salah satu kegiatan istimewanya: Pemilihan Ketua OSQI (Organisasi Santri YAHQI). Momen ini menjadi ajang pembelajaran demokrasi bagi para santri sekaligus proses regenerasi kepemimpinan untuk masa bakti tahun 2025. Dengan penuh semangat dan antusiasme, para santri berpartisipasi aktif dalam proses pemilihan, mulai dari tahapan pencalonan hingga pencoblosan.
Akhir Masa Jabatan OSQI 2025
Juni 2025 menjadi akhir dari masa kepemimpinan Ukhti Wulan yang telah mengemban amanah sebagai Ketua OSQI selama satu tahun terakhir. Dalam sambutan perpisahannya, Ukhti Wulan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh santri serta pembina atas kebersamaan dan dukungan selama masa jabatannya. Ia juga menitipkan pesan agar OSQI tetap menjadi organisasi yang solid, kreatif, dan inspiratif bagi seluruh santri.
Rangkaian Pemilihan: Demokratis dan Penuh Makna
Acara pemilihan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan dengan tartil dan menyentuh hati. Selanjutnya, Ukhti Wulan memberikan pesan terakhirnya sebagai presdir, dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada santri yang menunjukkan prestasi membanggakan sepanjang tahun sebelumnya.
Puncak acara ditandai dengan pemungutan suara serentak di setiap kamar (hujroh), yang dipandu langsung oleh panitia OSQI. Setelah hasil pemungutan selesai, Abuya memimpin pelantikan dan ikrar sumpah jabatan, disusul dengan penyematan selempang dan pin kepada presdir terpilih. Simbol ini menjadi pertanda berpindahnya amanah dari generasi sebelumnya ke tangan pemimpin yang baru.
Presdir OSQI 2025: Tiga Pemimpin Baru Telah Terpilih
Tahun ini, para calon presdir berasal dari tiga kamar berbeda dan telah melalui proses seleksi internal serta penyampaian orasi yang menggugah semangat. Berikut nama-nama kandidat yang diajukan dan kini resmi terpilih:
- Ukhti Rosyida dari kamar Al-A’raf
- Ukhti Tasya dari kamar Al-Kahfi
- Ukhti Ima dari kamar Al-Furqon
Mereka tampil percaya diri saat memaparkan visi dan misi di hadapan seluruh santri, menunjukkan kesiapan mereka untuk memimpin dan menjadi teladan. Proses pemilihan berlangsung damai dan demokratis, mencerminkan kedewasaan para santri dalam berdemokrasi.
Wejangan Abuya: Kepemimpinan Adalah Amanah
Dalam sesi penutup, Abuya menyampaikan nasihat penuh hikmah mengenai kepemimpinan. Beliau menekankan bahwa pemimpin sejati bukan hanya pandai berbicara, tetapi mampu bekerja nyata, menjadi penggerak kebaikan, dan menginspirasi orang-orang di sekitarnya. Abuya juga mengingatkan agar para pemimpin senantiasa rendah hati dan mengutamakan kepentingan bersama.
Acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama para presdir terpilih, pengurus pesantren, serta dewan pembimbing OSQI. Momen ini menjadi awal dari perjalanan baru, penuh harapan dan semangat untuk menjadikan OSQI semakin dinamis, religius, dan berdampak bagi lingkungan pesantren.



