Program Umroh Gratis Santri Pesantren YAHQI
Rabu, 30 Juli 2025, menjadi hari penuh haru di Pesantren YAHQI. Acara tasyakuran diselenggarakan untuk dua santriwati terbaik, Ukhti Siti Khoirotun Nafiah (Ukhti Nafik) dan Ukhti Amalia Dwi Rahma (Ukhti Amel), yang terpilih mengikuti program umroh gratis santri Pesantren YAHQI.
Program ini merupakan apresiasi khusus bagi santri pengabdian yang memiliki hafalan Al-Qur’an 30 juz yang lancar. Selain melaksanakan ibadah umroh, keduanya juga akan melaksanakan tasmi 30 juz di Makkah dan Madinah, sebuah kehormatan besar yang tentunya menjadi mimpi para santri. Rencananya, keberangkatan mereka dijadwalkan pada 2 Agustus 2025 melalui Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.
Perjalanan Inspiratif Ukhti Nafik
Ukhti Nafik mulai menghafal Al-Qur’an sejak duduk di bangku Aliyah. Ia sudah beberapa kali melaksanakan tasmi 30 juz, namun mimpinya untuk menginjakkan kaki di tanah suci belum pernah terwujud.
Ada kisah unik yang menginspirasi dari dirinya. Ketika pesantren membuka program pembuatan paspor, ia justru menunda. Ukhti Nafik berkata,
“Saya ingin punya paspor gratis tanpa membayar.”
Selain tekadnya yang kuat, ia tak pernah lupa menyelipkan doa agar dapat mengunjungi Baitullah. Kini, doanya terjawab melalui program umroh gratis santri Pesantren YAHQI.
Semangat dan Doa Ukhti Amel
Berbeda dengan Ukhti Nafik, Ukhti Amel justru bersemangat membuat paspor meski belum tahu tujuannya. Sejak kecil ia sudah menghafal Al-Qur’an dengan dukungan penuh dari ibunya.
Pada tahun 2024, ia pernah melaksanakan tasmi 30 juz bertepatan dengan Hari Ibu. Saat itu, Abuya memberikan nasihat,
“Jangan cuma tasmi di rumah, tapi doa agar bisa tasmi di Mekkah.”
Ucapan itu benar-benar menjadi pegangan teguh bagi Ukhti Amel. Ia bahkan menempelkan foto Makkah dan Madinah di paspornya.
“Saya bisikkan ke paspor saya, semoga umur 18 bisa umroh,” ceritanya penuh haru.
Kini, keyakinan dan doa itu berbuah nyata melalui program umroh gratis santri Pesantren YAHQI.
Suasana Haru di Acara Tasyakuran
Acara tasyakuran dihadiri oleh kedua orang tua Ukhti Nafik dan Ukhti Amel, para asatidz, dan santri YAHQI. Suasana penuh haru menyelimuti ruangan, terutama ketika kalimat talbiyah berkumandang. Air mata pun tak terbendung, rasa rindu menjadi tamu Allah begitu terasa di setiap hati yang hadir.
Semoga keberangkatan Ukhti Nafik dan Ukhti Amel menjadi inspirasi bagi para santri lainnya, dan semoga kita semua dapat segera menyusul mereka untuk menjadi tamu Allah di Baitullah.




Sukses selalu kak!
Semoga jadi
Yahqi it’s really amazing